Syukur aku sembahkan,
Kehadiratmu Tuhan
Sebait kata yang patah demi Tuhan
Tercenung pasrah syukurku pada-Mu ya Allah…
Setelah sekian hari, sekian minggu, sekian bulan,
sekian tahun, dan sekian abad
kau rampas kemesraan bangsaku
Ramusa-ramusa berserakan di tanah pertiwi sendiri
tendangan tanpa ruang
begitu syahdu kurasa tanpaku
Hai kolonial tengik
kau tengkuk setiap pundak aralku
kau pasung setiap jerih payahku
kau bunuh langkah-langkah kecil tak berdosaku
Oo….Tuhan
Sudah berapa paras di telanjangi
Sudah berapa peluh di kesudahi
Anak cucu tersungkur mencium tai
Masya Allah….
Jendral-jendral terunus peluru-peluru kecut
Kopral-kopral merayap mendekap kentut
Pahlawan-pahlawanku mati berserabut
Masya Allah...
Tapi...
Sekarang syukur aku desiskan
dengan rasa perih pedang jihadku
Subhanallah,
Tak terukir kata dalam baitku
62 tahun yang lalu
Dengan sorak derail tangisku
Kau hibahkan kemesraan kemerdekaanku
Dentuman-dentuman meriam kompeni
seakan haus tersungkur malu
Akhirnya,
Kini berderai ku peringati rasaku
Dengan senandung lagu syukur…..
Ahma, 16 agst 07
Judul :
Syukur - Puisi
Deskripsi : Syukur aku sembahkan, Kehadiratmu Tuhan Sebait kata yang patah demi Tuhan Tercenung pasrah syukurku pada-Mu ya Allah… Setelah sekian h...
Ditulis oleh :
Ahma Indraki,
Sunday, 11 May 2008 - Rating:
4.5
Artikel Terkait Syukur - Puisi:
- Melempar Jumrah Ke Indonesia
- Adakah kau di Sana
- Dasar Pemikiran Pernikahan
- Tentang Ibu dan Kita (part.2)
- Tentang Ibu dan Kita (part.1)
- Puisi: Indonesia Tanah Airku
- "Kita" Pernah Ada di Dunia
- Indonesia Raya
- Ketika aku lelah